Anak-anak dan tabularasa



Bagi orang tua, menginginkan anak yang ideal adalah harapan yang diinginkan. Orang tua menginginkan anak yang patuh di samping juga memiliki keberanian. Orang tua menginginkan anak yang tidak mudah menyerah dan juga berjiwa besar. Orang tua tentu menginginkan kesempurnaan kepribadian dimiliki buah hatinya.
            Bagi anak, tentulah harapan orang tua tersebut turut ingin diwujudkan. Anak-anak tentu punya kecenderungan untuk memberikan kesenangan pada orang tua. Di sinilah, sebenarnya orang tua perlu mendukung untuk menumbuhkan kepribadian anak-anaknya dengan menunjukkan referensi-referensi yang mumpuni.
            Anak-anak adalah tabularasa. Yah, ‘tabularasa’ seperti yang diungkapkan John Locke. Anak-anak adalah lembaran kosong yang masih bersih. Lingkungan dan interaksi yang ada dihadapannyalah yang turut memberikan warna kepribadiannya pada anak.
            Saat anak-anak tidak memiliki kepribadian berjiwa besar, rendah hati atau keberanian. Artinya anak-anak mungkin saja sangat minim referensi untuk menumbuhkan hal tersebut. Ia akan berpikir bagaimana, mengapa dan apa itu?
            Orang tua adalah satu-satunya referensi terbaik bagi anak. Orang tua dapat membacakan dongeng yang kaya nilai-nilai moral. Atau pengalaman positif yang dapat ditularkan. Setidaknya anak akan tahu bahwa nilai-nilai kepribadian begitu banyak. Di samping semua itu, interaksi orang tuanya lah yang paling mempengaruhi perkembangan kepribadian anak.
            Demikian, anak-anak membutuhkan referensi-referensi kehidupan untuk menuntun dirinya. Orang tua dan lingkungan sekitar sebagai referensi yang paling nyata bagi anak tentu lebih memiliki peluang untuk dipertimbangkan bagi anak

Komentar

Postingan Populer