Keluarga Sebagai Pendidikan Utama




Fenomena murid di sekolah yang melaporkan gurunya kepada hukum atau kepolisian bukan menjadi hal yang baru. Bahkan ada murid yang mengadu kepada Ayahnya sehingga membuat Ayahnya geram dan melampiaskan kekesalannya dengan memukul gurunya. Padahal di dalam keluargalah, orang tua memiliki peran dalam membentuk karakter anak. Setiap hari anak lebih banyak berinteraksi dengan orang tua daripada guru. Ini menjadi memprihatinkan, Salah satu alasan murid melaporkannya di antaranya adalah perilaku guru yang tidak bersahabat. Guru yang seharusnya digugu lan ditiru ini sekarang tidak lagi berlaku pada abad 21 ini. Guru tidak lagi mampu mengambil peran sebagai alat peraga yang bergerak sendiri dalam membentuk karakter peserta didiknya.

Peran guru yang terbatas pada dinding sekolah menyebabkan nilai-nilai pendidikan yang diajarkan di sekolah menjadi kurang optimal. Di dalam keluargalah, terdapat persoalan dan penyelesaian yang tidak ditemui di sekolah atau pun di dalam kelas. Hal ini menjadikan orang tua yang harus mampu menerjemahkan hal yang diajarkan guru kepada anaknya dengan perilaku positif di dalam keluarga sehingga pesan guru kepada anak tersampaikan. Pendidikan keluarga menjadi sangat diperlukan bagi anak untuk mendukung tujuan pendidikan nasional dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas tapi juga berakhlak mulia.



Dimuat di Koran Minggu Pagi.
Jum’at, Minggu IV September 2016

Komentar

Postingan Populer