Lima Permainan Menyenangkan di Dalam Rumah
Bemain sudah hal yang melekat pada anak.
anak-anak tanpa bermain tentu akan sangat membosankan. Kita selalu ditunjukkan
dengan perilaku anak yang riang, antusias dan menyenangkan. Perilaku anak
tersebut memberitahukan kita akan pentingnya aktivitas anak setiap hari. Namun,
masih banyak orang tua yang berlebihan saat anak-anaknya selalu bergerak dan
tidak mau diam. Sebaiknya, orang tua perlu menyadari bahwa anak-anak selalu
membutuhkan waktunya untuk bermain. Anak-anak memiliki energi yang besar
sehingga ia harus melepaskannya melalui bermain.
Cemas atau kekhawatiran orang tua dapat
diubah dengan sikap perhatian yang wajar. Anak tentu memiliki kebebasan selama
masih dengan perilaku yang wajar. Orang tua hanya perlu memberikan pengawasan
tanpa membuat anak terganggu. Anak-anak perlu menemukan kebahagiaannya saat
bermain. Di situlah anak akan tumbuh dengan baik.
Meskipun begitu, orang tua juga perlu
mencoba untuk mengajak anak bermain di dalam rumah. Bermain di dalam rumah
bukan berarti akan membatasi diri anak. Bahkan di dalam rumah anak dapat
menciptakan suasana yang lebih menyenangkan daripada di luar rumah.
Orang tua dapat memberikan
permainan-permainan yang menyenangkan di dalam rumah, di antaranya;
Pertama, petak umpet.
Permainan ini sangat digemari anak. Bahkan para orang tua dahulu pasti hampir
selalu memainkannya. Orang tua dapat sekaligus mengenang kembali dengan
mengajak anak untuk bermain petak umpet. Rumah menjadi tempat yang strategis
untuk persembunyian. Saya ingat saat bermain petak umpet di dalam rumah bersama
adik-adikku dulu. Saya akan mencari tempat persembunyian yang sulit ditemukan.
Misalnya saya pernah bersembunyi di dalam lemari di balik pakaian-pakaian. Atau
saya akan bersembunyi di balik gorden.
Nah, orang tua dapat menghidupkan
kembali permainan lama ini. Orang tua jangan sampai membiarkan anak lebih
senang bermain gadget. Orang tua perlu memberitahukan kepada anak bahwa
kita masih memiliki permainan yang lebih menyenangkan.
Kedua,
rumah-rumahan. Dulu saya harus menyiapkan beberapa kain atau sarung. Kemudian
mendekatkan satu kursi dengan kursi yang lain dengan menyisakan ruang. Lalu
saya menutupkan kain di atas keduanya. Di sanalah saya menikmati permainan ini.
Saya membayangkan diri tidur di dalam rumah yang saya buat sendiri.
“Horee”
kata yang terlontar setiap saya berhasil
membuat rumah-rumahan ini.
Sayang sekali, jika anak-anak sekarang
tidak sempat mengenal permainan ini. Bermain rumah-rumahan tidak memerlukan
bahan dan alat yang berat. Semuanya sangat terjangkau bagi anak. Anak-anak akan
berimajinasi sendiri membuat rumah-rumahan yang lebih menyenangkan.
Permainan ini sudah jarang terlihat di
sekitar kita. Maka sebaiknya Orang tua dapat memberitahukan permainan yang
menyenangkan ini.
Ketiga,
masak-masakan. Permainan ini memang terkesan hanya dapat dimainkan oleh anak
perempuan. Tapi, saya ingat dulu banyak anak laki-laki suka bermain
masak-masakan termasuk diri saya sendiri. Masak-masakan juga dapat dimainkan di
dalam rumah. Anak-anak hanya dapat menyiapkan wajan plastik. Bermain
masak-masakan ini tentu tidak berarti masakan dapat dimakan. Masakan yang
disajikan pun berbeda dengan masakan yang dapat dimakan.
Orang tua dapat ikut bermain sekaligus
mengembangkan imajinasi anak. Bermain masak-masakan bagi anak akan menjadi
menyenangkan saat Orang tua dapat ikut serta bermain.
Keempat,
lompat tali. Bermain lompat tali tidak harus di dalam rumah. Orang tua dapat
mengizinkan anak-anaknya bermain lompat tali di dalam rumah. Akan tetapi, Orang
tua dapat memilihkan ruang yang cukup luas untuk bermain lompat tali. Orang tua
dapat menyuruh anak untuk bermain di halaman rumah. Anak-anak pasti akan senang
dengan permainan lompat tali ini. Permainan ini lebih asyik dimainkan saat pagi
hari.
Bahkan permainan ini juga sekaligus
membantu pertumbuhan anak. Anak-anak dapat memberikan waktu sekitar tiga puluh
menit setiap hari di halaman rumah untuk bermain lompat tali.
Kelima,
bermain drama. Beberapa anak senang melakukan drama. Misalnya meniru kegiatan
atau aktivitas orang dewasa. Anak-anak dalam kesehariannya melakukan interaksi
dengan orang tua atau keluarga. Ia akan melihat bagaimana para orang dewasa
berperilaku. Anak-anak dapat bermain di rumah dengan meniru aktivitas-aktivitas
orang dewasa. Hal sederhana dan strategis yang dapat dilakukan adalah dengan
merapikan beberapa mainan. Orang tua dapat menyuruh anak-anak untuk bermain
dengan melakukan bagaimana orang dewasa merapikan tempat kerjanya. Buatlah
anak-anak merapikan mainan seolah-olah merapikan tempat kerjanya.
Anak akan merasa senang dengan melakukan
kegiatan sederhana tersebut. Orang tua dapat membuat suasana menjadi
menyenangkan. Orang tua dapat menyuruh anak untuk bermain sambil bernyanyi.
Anak-anak dapat memilih beberapa
permainan ini di rumah. Selain itu, Orang tua dapat ikut bermain bersama
anak-anak untuk ikut serta mendampingi. Dengan begitu, permainan akan menjadi
lebih seru dan menyenangkan bagi anak. Bermain di dalam rumah memiliki
keuntungan tersendiri bagi Orang tua. Para Orang tua tidak akan bingung mencari
anak-anak saat memerlukannya. Meskipun begitu, saat anak bermain di rumah.
Sebaiknya, Orang tua menyuruh anak untuk mengajak teman lainnya. Hal itu
mencegah agar anak dapat tetap berinteraksi dengan orang lain.
Kebanyakan anak-anak memang cenderung
senang bermain bersama teman-temannya. Dengan begitu anak-anak dapat mengajak
temannya untuk bermain di rumah. Anak-anak tidak merasa bosan dan jenuh. Orang
tua dapat tetap memperhatikan aktivitas bermain anak di dalam rumah. Anak-anak
akan tetap tumbuh dengan sesuai perkembangan anak.
Beberapa anak memang lebih senang
bermain di luar rumah. Sebab, permainan yang dimainkan memang relatif lebih
banyak dari pada di dalam rumah. Namun, saat orang tua khawatir anak bermain di
luar rumah. Orang tua dapat berkreativitas untuk mencari permainan agar lebih
menyenangkan di dalam rumah.
Orang tua dapat berinovasi membuat
permainan agar lebih baru dan seru. Misalnya membuat masak-masakan dari lego
dan semacamnya. Permainan akan menjadi sangat menyenangkan saat Orang tua dapat
ikut melakukan kreativitas. Orang dewasanya biasanya memiliki ide atau gagasan
mainan yang lebih menarik. Orang tua dapat mencoba melakukan hal itu bersama
anak.
Dengan bermain di
dalam rumah, emosi dan kelekatan anak kepada orang tua dapat terjalin dengan
baik. Anak-anak akan merasa diperhatikan dengan baik. Rumah tidak saja
dijadikan untuk ruang bertemu orang tua dan anak-anak. Akan tetapi, rumah menjadi tempat rekreasi yang paling baik
untuk anak. Sehingga hal itu akan menumbuhkan rasa memiliki terhadap rumah bagi
anak



Komentar
Posting Komentar